DevSecOps 2026: Lima Langkah Penting untuk Membekali Pengembang Menghadapi Ancaman Masa Depan

News Image
Zulfi Al Hakim | 26th Jan. 2026

Seiring kompleksitas dan skala pengembangan perangkat lunak yang terus meningkat, keamanan tidak bisa lagi dianggap sebagai hal tambahan. Pada 2026, organisasi akan menghadapi berbagai ancaman siber yang muncul akibat adopsi cloud, API, dependensi open-source, dan serangan yang semakin canggih. Pengembang, tim keamanan, dan operasional harus mengadopsi DevSecOps — pendekatan terpadu yang menanamkan keamanan ke dalam alur kerja pengembangan sejak awal. Berikut caranya.

DevSecOps, singkatan dari Development, Security, and Operations, menempatkan praktik keamanan yang kuat sepanjang siklus hidup perangkat lunak (SDLC). Dengan begitu, tim membangun keamanan sejak awal, bukan menambal kerentanan di akhir proses.


Mengapa DevSecOps Penting pada 2026

Ancaman keamanan tidak lagi statis atau mudah diprediksi. Penyerang memanfaatkan kelemahan API, supply chain, dan kerentanan komponen pihak ketiga, sementara bisnis harus berinovasi lebih cepat menggunakan arsitektur cloud-native dan pipeline otomatis. Pendekatan keamanan tradisional yang terpisah sering tertinggal, tidak mampu mengikuti laju inovasi dan kompleksitas ini.

DevSecOps menghadirkan shift-left security — keamanan diterapkan sejak fase perancangan, pengembangan, dan pengujian, bukan hanya di akhir. Strategi ini membantu menekan biaya perbaikan, meningkatkan deteksi ancaman, dan memperkuat kepatuhan.


Lima Langkah Kunci DevSecOps untuk Menghadapi Ancaman 2026

Berikut lima langkah praktis yang harus diterapkan organisasi untuk melindungi aplikasi secara efektif di 2026 dan seterusnya:


1. Shift-Left Security: Integrasikan Keamanan Sejak Awal

“Shift-left” berarti menanamkan keamanan sejak fase awal pengembangan — mulai dari perencanaan dan desain hingga penulisan kode. Dengan mendeteksi kerentanan sejak dini, tim dapat menghindari pekerjaan ulang, menekan biaya, dan mengurangi risiko kebocoran di lingkungan produksi.

Praktik Terbaik:

  • Jalankan static analysis (SAST) saat coding

  • Lakukan threat modeling saat desain

  • Sertakan persyaratan keamanan dalam user stories


2. Terapkan Praktik Secure Coding

Keamanan dimulai dari kode. Latih pengembang untuk mengikuti pedoman secure coding, misalnya memvalidasi input, mengelola sesi dengan aman, dan menghindari kerentanan injeksi. Secure coding tidak hanya menurunkan risiko, tetapi juga membangun budaya keamanan di seluruh tim.

Tips:

  • Gunakan linters otomatis dan aturan secure coding

  • Sertakan pelatihan keamanan dalam onboarding pengembang

  • Terapkan pair programming untuk modul kritis


3. Implementasikan Dependency Scanning

Aplikasi modern sangat bergantung pada library pihak ketiga dan komponen open-source. Meski mempercepat pengembangan, ini juga membawa risiko supply chain.

Dependency scanning otomatis memeriksa komponen untuk kerentanan yang diketahui dan menandai versi yang berisiko sebelum deployment. Integrasi ke CI/CD pipeline memastikan visibilitas dan perbaikan dini.


4. Perkuat Autentikasi dan Keamanan API

API adalah tulang punggung aplikasi modern, sekaligus target utama serangan. Keamanan API yang kuat sangat penting.

Langkah:

  • Gunakan multi-factor authentication untuk API internal dan eksternal

  • Terapkan least-privilege access

  • Monitor trafik API untuk pola anomali

  • Gunakan rate limiting dan validasi input untuk mencegah exploit


5. Monitoring dan Incident Response Berkelanjutan

Keamanan DevSecOps bersifat berkelanjutan. Monitoring real-time terhadap perilaku sistem, metrik performa, dan event keamanan membantu deteksi dini ancaman. Tools seperti SIEM, runtime protection, dan log analytics memungkinkan tim merespons lebih cepat.

Praktik Monitoring:

  • Peringatan otomatis untuk aktivitas mencurigakan

  • Agregasi dan analisis log secara real-time

  • Incident playbook untuk penanganan cepat


Dampak Bisnis: Software Lebih Cepat, Aman, dan Andal

Mengadopsi DevSecOps memberikan keuntungan nyata:

  • Mengurangi biaya perbaikan: Kerentanan ditangani sejak awal

  • Rilis lebih cepat: Otomatisasi keamanan menghindari bottleneck

  • Peningkatan kepatuhan: Otomatisasi membantu memenuhi standar seperti PCI-DSS dan SOC 2

  • Manajemen risiko lebih baik: Monitoring real-time memberikan visibilitas ke potensi ancaman


Btech DevSecOps as a Service

Mengimplementasikan DevSecOps bisa menantang bagi tim yang kekurangan pengalaman, tooling, atau sumber daya. Btech DevSecOps as a Service hadir untuk membantu.

Btech menyediakan layanan lengkap — mulai dari assessment, implementasi CI/CD yang aman, hardening API, hingga pelatihan secure coding. Dengan tim spesialis berpengalaman, Btech membantu tim Anda meningkatkan postur keamanan dan operasional DevSecOps.

Kontak Btech Hari Ini:
πŸ“ž +62‑811‑1123‑242
πŸ“§ contact@btech.id

Tingkatkan pipeline pengembangan Anda, kurangi risiko, dan pastikan keamanan di setiap tahap dengan Btech DevSecOps as a Service.


Kesimpulan

Ancaman keamanan pada 2026 menuntut pendekatan proaktif dan terintegrasi. DevSecOps — dengan shift-left security, secure coding, dependency scanning, hardening API, dan monitoring berkelanjutan — membekali tim pengembang membangun perangkat lunak yang aman dan tangguh. Dengan langkah-langkah ini dan dukungan ahli seperti Btech, bisnis bisa berinovasi lebih cepat, aman, dan percaya diri di setiap tahap pengembangan.

Artikel Berkaitan berdasarkan Kategori